Friday, November 4, 2016

Tulisan 'Apa yang Saya Lakukan Jika Agama Dihina' Ini Viral di Medsos

Musisi asal Bali I Gede Ari Astina atau akrab disapa Jerinx memposting tulisan 'apa yang saya lakukan jika agama saya dihina?' di Facebook terkait demo 4 November. Tulisan Jerinx ini pun langsung viral.

Jerinx memposting tulisannya itu di Facebook seperti dilihat detikcom, Jumat (4/11/2016). Di tulisannya, Jerinx meminta agar kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dilaporkan ke polisi atas tudingan penistaan agama disikapi secara jernih. Seharusnya dilihat apakah Ahok sudah benar-benar terbukti menghina agama terkait ucapan soal Surat Al Midah ayat 51 atau belum. Juga kenapa pula ada pihak yang pro dan kontra terhadap Ahok? Seperti diketahui, proses hukum kasus ini masih berjalan di Bareskrim Polri.







Jerinx menyebut ada banyak keganjilan dalam kasus ini, apalagi menjelang momen Pilgub 2017. Dia menilai ada pihak-pihak yang mempolitisir ucapan Ahok terkait Surat Al Maidah ayat 51, sehingga memicu demonstrasi massa 4 November ini.

Jerinx juga mengemukakan contoh masyarakat Indonesia terutama di Bali yang berbeda-beda agama tidak terpecah belah pasca peristiwa bom bali 1 dan 2 yang dilakukan oleh teroris yang mengatasnamakan agama. Saat itu tidak ada sentiman agama, justru semua umat bersatu dan saling bahu membahu mmebantu pemulihan Bali. Menurut drummer band Superman Is Dead (SID) ini, setelah aksi bom Bali 1 dan 2 tidak ada aksi demo. Tidak ada pula aksi menolak agama tertentu di Bali. 

Dilihat detikcom pukul 12.36 WIB, postingan tulisan Jerinx di Facebook ini mendapat likes dari 22 ribu lebih netizen dan dishare oleh hampir 12 ribu netizen. Komentar bernada pro dan kontra pun bermunculan.

Berikut tulisan lengkap Jerinx:

Apa yang akan saya lakukan jika agama saya dihina? Saya akan diam. Kenapa? Karena saya percaya Tuhan maha kuasa.

Ingat ya, Bali dibom dua kali oleh orang-orang yang mengatasnamakan sebuah agama, menganggap Bali sebuah tempat yang 'kotor dan layak dilenyapkan'. Tapi apa yang terjadi setelah bom-bom tersebut? Enggak ada yang namanya demo atau aksi menolak agama tertentu di Bali. Yang terjadi malah saling bantu untuk memulihkan Bali.

Sekarang bayangkan, jika saya dan orang-orang Bali lainnya berpola pikir "wah, agama itu memusuhi agama/budaya saya, dan agama saya mengajarkan saya untuk membalas dendam dan membunuh orang-orang tersebut" bisa kamu bayangkan apa yang akan terjadi?

Ya. Perang. Perang. Dan perang. Darah. Air mata. Kehancuran. Lalu? Masuklah asing dengan propaganda 'mendamaikan' konflik dan mengambil alih semua SDA yang dimiliki bangsa ini. Kasus seperti itu sudah banyak terjadi di belahan bumi lain.

Dan cara yang paling gampang untuk mencegah semua itu adalah: berhentilah menjadi pembela agama. Simpan agamamu untuk dirimu sendiri. Untuk apa percaya Tuhan itu Maha Kuasa jika kamu masih menyangsikan kekuatannya?

Salam Indonesia Raja! 
(hri/iy)

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Presiden Jokowi "Blusukan" ke Bandara Soekarno-Hatta

 Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo membenarkan Presiden Joko Widodo meninggalkan Kompleks Istana, Jakarta, Jumat (4/11/2016) siang.

Presiden, kata Johan, blusukan ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Banten.




"Presiden melakukan kunjungan ke Bandara Soekarno-Hatta dalam rangka meninjau perkembangan pembangunan infrastruktur transportasi, terutama progres pembangunan kereta bandara," ujar Johan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi turut dalam blusukan tersebut.

Kepergian Presiden ke bandara berbeda dengan pernyataan Presiden, Kamis kemarin.

Dalam sesi wawancara di beranda Istana Merdeka, Jokowi mengaku tetap berada di Jakarta sepanjang Jumat ini.

"Yang jelas saya ada di Jakarta," ujar Presiden.

Johan menambahkan, aktivitas Presiden pada Jumat ini berjalan seperti biasa. Aktivitas Presiden tidak terganggu unjuk rasa yang digelar di depan Istana.

Mereka mendesak proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dituduh menistakan agama.

Sebelum blusukan, Jokowi menerima Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet.

"Pagi tadi Presiden menerima beberapa menteri, yakni Mensesneg dan Seskab, tentu berkaitan dengan tugas dan pekerjaannya masing-masing," ujar Johan.



Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Shalat Memakai Pakaian Yang Najis, Bagaimana?

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5uaFf_zfsCGugR-rtrg_XJVHX2TZrINoayrpXChPj-b-wDS3Vmhkl9DuluIwrF61TS4iEM3VDarzBvl-cMbe7XCui53iVLiMCM6n_vetxa-VUcERWw0Fy_0RCfal_e5IJyzuLVjnKE_A/s640/sujud-dalam-sholat.jpg

DALAM kondisi tertentu seringkali kita kesulitan untuk menemukan baju bersih untuk melaksanakan shalat. Sedang, kita tahu bahwa shalat itu berhadapan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tentu kita akan merasa malu jika berada dalam keadaan kotor berkomunikasi dengan-Nya.

Jika dalam kondisi tertetu, seseorang menggunakan pakaian bernajis dalam melaksanakan shalat, bagaimana? Mengingat, dirinya tidak memiliki baju lain yang bersih untuk digunakan. Dan mencari pinjaman kepada yang lain pun tidak bisa. Sedang waktu shalat sudah hampir habis.

Ketika dihadapkan pada kondisi, hanya punya pakaian yang terkena najis dan tidak memungkinkan untuk membersihkannya, sementara waktu shalat akan habis, maka dia dihadapkan pada 3 pilihan; shalat dengan pakaian najis, shalat dengan tidak menutup aurat atau menunggu sampai mendapat pakaian suci, sekalipun di luar waktu shalat

Dan semua pilihan ini kondisinya sama, dia shalat dengan keadaan tidak memenuhi salah satu syarat shalat. Karena itu, pilihan yang diberikan adalah dengan mengambil kondisi yang paling ringan.

Dari ketiga syarat di atas, batasan waktu, suci dari najis, dan menutup aurat, dikelompokkan menjadi dua:

1. Syarat yang terkait dzat shalat, itulah batasan waktu shalat. Artinya, shalat tidak dinilai terselenggara ketika dia dilakukan di luar waktu. Tidak disebut shalat shubuh jika tidak dilakukan di waktu subuh, sebagaimana tidak disebut haji, jika dilakukan di luar bulan haji.

2. Syarat yang terkait penyempurna shalat, itulah syarat terkait pakaian dan kesucian. Artinya, shalat tetap terselenggara, sekalipun dia tidak terhitung sempurna. (Simak Bada’i as-Shana’i, 1/117)

Kemudian, antara najis dan menutup aurat, para ulama beda pendapat dalam menentukan.

Pertama, dia shalat dengan pakaian najis, tapi nanti mengulang jika mendapat pakaian suci Ini merupakan pendapat ulama Hambali dan Malikiyah. Sebagaimana, Ibnu Qudamah mengatakan, “Siapa yang hanya memiliki pakaian najis, maka dia boleh shalat dengan pakaian najis itu, dan dia ulang (setelah dapat yang suci), berdasarkan keterangan Imam Ahmad,” (al-Muqni’ ma’a as-Syarh, 1/316).

 http://www.konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2012/09/fikih-shalat.jpg

Kedua, dia shalat tanpa menutup aurat, sekalipun harus telanjang, dan tidak perlu diulang. Ini merupakan madzhab Imam as-Syafii dan syafiiyah. Sebagaimana, Imam as-Syafii mengatakan, “Jika pakaiannya terkena najis, sementara dia tidak memiliki air untuk membersihkannya, maka dia shalat dengan telanjang, dan tidak perlu diulang. Dia tidak boleh shalat dengan pakaian najis sama sekali,” (al-Umm, 1/57).

Ketiga, jika najisnya kurang dari ¾ pakaiannya, dia shalat dengan memakai baju najis. Dan jika melebihi ¾ dari pakaiannya maka boleh memilih antara shalat sambil telanjang atau shalat dengan pakaian najis. Dan tidak perlu mengulang shalatnya. Ini merupakan pendapat madzhab hanafi.

Al-Kasani – ulama hanafi – mengatakan, “Jika ¼ pakaian yang dia kenakan itu suci, dia tidak boleh shalat dengan telanjang. Namun wajib baginya untuk shalat dengan pakaian itu. Karena suci ¼ ke atas, sifatnya kesempurnaan.”

Lalu beliau mengatakan, “Jika pakainnya semuanya najis atau bagian yang suci kurang dari 1/4 maka dia punya pilihan, menurut pendapat Abu Hanifah dan Abu Yusuf. Dia boleh shalat dengan telanjang, boleh juga shalat dengan pakaian najis. Namun shalat dengan pakaian najis lebih afdhal. Kata Muhammad bin Hasan (murid senior Abu Hanifah). Shalat tidak sah, kecuali dengan memakai pakaian,” (Bada’i as-Shana’i, 1/117).

Dan pendapat yang lebih mendekati adalah dia shalat dengan pakaian najis. Karena jika ada 2 madharat, maka dipilih madharat yang lebih sempit dampaknya. Shalat berpakaian najis, hanya berdampak pada diri orang yang shalat. Sementara shalat dengan telanjang, berdampak pada dirinya dan orang lain yang melihat. Dan dianjurkan mengulangi sebagai bentuk kehati-hatian. Wallahu ‘alam.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Thursday, November 3, 2016

Ketahuan! METRO TV Liput Aksi 4 November di Istiqlal TIDAK BERANI PAKAI SERAGAM, Makanya Berita Jangan Dipelintir


JAKARTA - Ratusan ribu dan diperkirakan hingga satu juta Umat Islam dari berbagai pelosok tanah air hari ini, Jumat, 4 November 2016, berkumpul di Masjid Istiqlal sebagai titik tolak AKSI BELA ISLAM untuk menuntut penegakkan proses hukum atas kasus penistaan Al-Quran yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama.

Aksi besar-besaran dan mungkin menjadi aksi terbesar Umat Islam ini tentu mengundang awak media untuk meliput, bahkan media-media internasional dikabarkan juga meliput karena kasus Penistaan Al-Quran ini sudah menjadi isu internasional.

Tak ketinggalan METRO TV juga ikut meliput. Namun, stasiun TV milik Surya Paloh penyokong utama Ahok ini sepertinya ketakutan untuk menunjukan identitasnya sebagai Metro TV.

Terbukti saat liputan LIVE dari Istiqlal, crew MetroTV tidak mengenakan seragam MetroTV bahkan mic yang dipakai juga tidak ada logo atau tulisan MetroTV sebagaimana lazimnya.

Reporter MetroTV hanya berpakain putih dengan mic yang polos. (lihat gambar atas)

Seragam lazaim dan mic nya juga ada logo METRO TV (lihat gbr bawah)


Selama ini METRO TV memang sering mendapat kecaman dari Umat Islam karena beritanya yang tendensius terhadap Islam dan Umat Islam.

Jadi akibatnya sekarang crew MetroTV yang khawatir sendiri.

Bahkan sebelum hari H, ramai beredar di sosial media satu gambar yang berisi tulisan "KOMPAS DAN METRO TV TIDAK USAH MELIPUT KAMI".


Semoga ini menjadi masukan buat media agar tetap menjaga objektivitas.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Walikota Yerusalem Minta Kepada Polisi Israel Untuk Atasi Suara Azan dari Masjid


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhudB8akaw5O76P2hWduX3dDZRh7wWM7mdKlDoh30J5vlMWP7kW9aLeptb7OFynaqh16kvOIDauVrMV7RL6l_SaQ9zVEg-Zj12j_kw-6CdBA2o36JAfJLWEJDNd6CpCXJnj_TaOelh7_do/s1600/The+real+Masjid+Al+Aqsa-2.jpg

YERUSALEM – Walikota Yerusalem Nir Barkat telah meminta polisi Israel untuk menerapkan apa yang disebut hukum “anti kebisingan” terhadap suara azan yang berasal dari masjid yang terletak di dekat pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur, media Israel melaporkan Kamis kemarin (3/11/2016).

Menurut radio pemerintah Israel, Barkat mengirimkan surat resmi kepada komandan polisi Yerusalem di mana ia meminta komandan itu untuk bekerja sama dengan pemerintah kota guna menemukan solusi tepat untuk apa yang disebut “kebisingan tak tertahankan” yang berasal dari masjid setempat.

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg06JGGEXCOtgjN26rZbP3LgxcynYeJEtzbyZZ3F_Ty6mYyVvGg9E269OOIt-mZtxCWzfVVAYiiRQSPdfeRIrE-8wXIRcP-7-7l1k2Z-fiVhF6rzWnQ3V0L5yvmpXpWKQvQjlZ9kMBk8XA/s1600/tampak+depan+Masjidil+Aqsa.jpg

Awal tahun ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerukan larangan azan di Yerusalem Timur dan bersumpah akan mengkaji aturan kebisingan dan hasutan dari masjid dengan hukum Israel terkait “kebisingan tak tertahankan”.


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Rasulullah Menangis ketika Menceritakan Siksaan Yang Diterima Kaum Wanita

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQPFTcM5Ywu3x8vLInM_V2_or-juUFUVrDDBCrYxHppldK8i5LHmk2dOMxjLk5nuf-ABVzoKcCxW_Kmii0fPIllzv2ASaE2Y3Zgco-8oc5bjHRi918tG63qkg_tbtlQpN9MOGG40slKGaF/s1600/Inilah+Azab+Bagi+Kaum+Wanita+Di+Neraka+%5BWajib+Baca%5D.jpg

SUATU hari Ali bin Abi Thalib melihat Rasulullah menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu dia bertanya mengapa Rasulullah menangis. Beliau menjawab, “Pada malam aku di-isra’- kan, aku melihat perempuan-perempuan sedang disiksa dengan berbagai siksaan di dalam neraka. Itulah sebabnya mengapa aku menangis.”

Putri Rasulullah kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya, “Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih. Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya. Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malaikat memukulnya dengan gada dari api neraka,” kata Nabi shalallahu alaihi wassalam.

Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu?

Rasulullah menjawab, “Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan mahromnya.”

Perempuan yang digantung payudaranya adalah istri yang menyusui anak orang lain tanpa seizin suaminya.

Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghbmIkKHAIrRqMsb0JINuo0aKfzwdZTO-MepSyX-hQ4p47mudi_iW91Z3dihjyXaSJAqaIDJTgK5jSvM-N4OLUTJG1nZPgQDcm5T0-EjgyYVMmsrnhpL7mrbSvSDy-wk6noat6HCU-48Y/s1600/71796-0_663_382.jpg

Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.

Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang lain yang bukan mahrom dan dia bersolek supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.

Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis. Betapa wanita itu digambarkan sebagai tiang negara, rusak tiang, maka rusak pula negara, akhlak dan moral.

Meski demikian, laki-laki yang bermaksiat kepada Allah juga tidak sedikit yang masuk neraka. Ayah-ayah yang membiarkan anak perempuanya tidak memakai kerudung dan mengumbar aurat didepan orang lain.

Surga dan Neraka adalah soal pilihan. Tergantung bagaimana manusia menjalani hidupnya dialam jagad raya. kalau mau selamat, maka patuhlah kepada Al-Qur’an dan hadist, balasanya adalah surga dengan segala kenikmatan di dalamnya. Kalau mau celaka dengan mendurhakai Al Qur’an dan hadist, maka Allah sudah menyediakan penjara yang sangat mengerikan, yaitu neraka dengan api dan siksaan yang sangat pedih dan tidak terbayangkan oleh manusia sebelumnya.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Masya Allah.. Mereka Berduyun-duyun Datang dari Pelosok Tanah Air Ikut Aksi Bela Islam dengan Biaya Sendiri



 JAKARTA - AKSI BELA ISLAM II Jakarta 4 November 2016 menghadirkan kisah-kisah penuh inspiratif. Kisah perjuangan dan pengorbanan dari jiwa-jiwa yang terpanggil oleh Seruan Al-Quran.

Ini sepenggal kisah dituturkan ust. Budi dari Semarang yang pagi dinihari tadi, Jumat (4/11), nyampe di ibukota dan hendak ke Istiqlal.

SEPENGGAL CERITA

"Saya waktu berangkat, dicemberutin sama istri," Kata Haji Supardan (salah satu rombongan) sambil tersenyum.

"Wah. Sama pak. Saya juga begitu ... " Kata Bapak-bapak disamping saya sambil tertawa. Beliau PNS yang bekerja di Perguruan Tinggi Negeri.

Satu bapak lagi bercerita bahwa dia mengajukan ijin cuti kerja.
"Tapi teman-teman saya sudah pada komentar: Halah, paling mau demo ke Jakarta tuh .... " Kata bapak satunya lagi sambil tertawa.

Mereka bertiga jauh lebih sepuh dari saya. Rambut mereka sudah banyak yang memutih. Mereka tinggalkan anak istri dan pekerjaan. Mereka membiayai perjalanan dengan kantong sendiri. Ghirah memancar dari mata dan kata-kata yang mereka ucapkan.

Mereka tau resiko aksi ini. Banyak hal yang mungkin tidak terduga. Tapi cinta mereka kepada Quran mengalahkan segala ketakutan.

Saya pribadi yakin, aksi ini akan tertib dan damai . Saya sudah melihat orang-orang yang datang bersama kami. Wajah mereka teduh, prilaku mereka santun. Tidak ada wajah beringas atau kata-kata kasar. Saat antri mandi di Masjid tadi, kami saling mendahulukan orang lain, itsar. Padahal kami banyak tidak saling mengenal. Ini membuat saya semakin yakin bahwa aksi dilakukan oleh orang-orang baik dan santun.

Orang-orang yang mengatakan aksi ini dibayar, dan mengharap nasi bungkus, tidak memahami tempat Quran di hati orang-orang beriman.

"Bi, mau kemana? Ikut ya...? " Tanya anak saya nomer dua, saat melihat saya packing pakaian.

"Abi mau Jihad Konstitusi ... " Istri saya menyahut. Wih keren sekali istilahnya. Itu sepenggal cerita saat saya mau berangkat ke Jakarta.

Sob.. Kami siap-siap mau ke Istiqlal. Mohon doanya ya ...

#Aksi Damai Bela Islam
#14 Nopember

*dari fb ust Budi Hidayat

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !