Showing posts with label Kisah. Show all posts
Showing posts with label Kisah. Show all posts

Friday, November 4, 2016

Mengharukan... Saling Berpegangan Pundak Rombongan Tunanetra Ikut Longmarch Aksi Bela Islam dari Istiqlal ke Istana


 JAKARTA - Tujuh pria berjalan beriringan keluar dari Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (4/11/2016).

Mereka saling berpegang di pundak teman yang berada di depannya.

Pada barisan paling depan, seorang pria memegang tongkat menuntun jalan rombongan itu.

Mereka ternyata tergabung dalam Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia asal Jakarta.

"Kita ada 20 orang yang ikut aksi damai," kata Ajat Sudrajat (38) asal Jakarta Timur.

Kelompok mereka terpencar saat berhenti di halte Transjakarta Juanda pada pukul 10.30 WIB.

Rombongan terdiri dari lima perempuan sedangkan sisanya laki-laki.

"Kita berpencar tapi tetap saling berhubungan karena satu ketua rombongan membawahi tujuh orang," kata Ajat sambil berjalan keluar Masjid Istiqlal.

Ajat menuturkan keterbatasan dirinya yang tidak dapat melihat merupakan tantangan dalam mengikuti aksi damai.

Ajat mengatakan dirinya harus menjaga ketujuh orang agar tetap dalam rombongan menuju Istana Negara.

"Ini ujian bagi kita. Kita mengharap ridho Allah SWT," kata Ajat tersenyum.

Sumber: Tribunnews

***

Walau mereka tak disambut Presiden di Istana, bahkan Presiden pergi entah untuk urusan apa dan tidak menerima langsung perwakilan massa aksi Umat Islam ini...

Tapi mereka-mereka ini insya Allah akan menjadi tamu Allah yang dimuliakan kelak di akhirat, berkumpul dengan para pembela-pembela Al-Quran.

Mereka memang buta matanya, tapi hati mereka hidup. Hidup oleh kecintaan pada Al-Quran.

Ya Allah, kami menjadi saksi perjuangan dan pengorbanan mereka di jalanMu. Ridloilah mereka dan kami semua, serta kumpulkan kami semua fii jannatin na'im.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Thursday, November 3, 2016

Demi Panggilan Bela Alquran, Kakek Ini Bermotor 733 Kilometer

 Massa aksi dari berbagai daerah sudah mulai berdatangan ke Ibu Kota sejak Rabu (2/11), kemarin. Mereka pun menginap di masjid-masjid, termasuk di Masjid Al-Ishlah yang berada di dekat Kantor DPP Front Pembela Islam (FPI), Gang Faksi, Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Saat Republika.co.id mendatangi masjid tersebut, mereka tampak sudah beristirahat kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh dari Aceh, Medan, Pontianak, Solo, Yogyakarta, Klaten, maupun dari Kediri. Mereka berasal dari berbagai pulau di luar Jawa.

Sambil menunggu demo, mereka menginap di masjid berlantai dua itu. Berdasarkan pantaun, mereka tampak memenuhi lantai satu dan lantai dua.

Salah satu peserta yang akan ikut demo itu adalah Huda (49 tahun). Pria asal Kediri, Jawa Timur, ini rela menempuh perjalanan jauh untuk menuntut penegak hukum agar segera menetapkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), sebagai tersangka kasus penistaan terhadap Surah Al Maidah ayat 51.

Kakek berbaju serba putih tersebut berangkat dari Kediri dengan menggunakan motor Vario sendirian sejak Senin (31/10). Jarak yang harus ditempuhnya paling sedikit 733 kilometer. 






Karena sudah berumur, ia pun baru tiba di Petamburan pada Rabu (2/11), kemarin. Selama dua hari di perjalanan, Huda mengaku sempat beberapa kali beristirahat untuk sekadar meminum kopi di pinggir jalan. "Ya sempat beberapa istirahat mas, karena sudah tua juga. Tapi ya bagaimana, saya hanya ingin agar pak Ahok segera diproses hukumnya karena ini masalahnya sama Alquran," kata Huda saat ditemui di Masjid Al-Ishlah.

Untuk makan, jamaah massa aksi dari berbagai daerah itu menerima bantuan nasi kotak dan nasi bungkus dari masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Warga Gunung Kidul, Agung (60), berangkat ke Jakarta dengan menggunakan mobil pribadi bersama beberapa temannya. Kakek yang dalam kesehariaannya bertani itu tiba di Jakarta sejak Rabu (2/11), sore. "Alhamdulillah perjalanan lancar. Kalau masalah makan terjamin juga karena banyak yang ngasih," ucap dia.

Sementara, massa aksi asal Klaten, Madiyono (61), baru tiba di Petamburan pada Kamis (3/11), siang tadi. Pasalnya, rombongan busnya sempat mengalami kecelakaan di Tol Cipali KM 115, Kabupaten Subang, Jakarta Barat. Menurut dia, ada sekitar 11 bus yang berangkat dari Solo dan Klaten saat kecelakaan itu. 

Madiyono mengatakan, akibat kecelakaan tersebut membuat salah satu rombongan dari Solo bernama Cipto Suwarno meninggal dunia dan beberapa rombongan juga ada yang dirawat di rumah sakit. Bahkan, kata dia, beberapa orang harus kembali ke Solo lagi untuk mengantarkan jenazah Suwarno.

"Saya sama bus yang kecelakaan itu mas, makanya baru tadi siang sampai di sini. Sebagai romobongan pulang dan sebagian ada juga masih di rawat di rumah sakit," kata Madiyono.

Salah satu warga petamburan, Desi (45), yang berjualan di dekat masjid tersebut berharap ratusan massa aksi tersebut menyampaikan aspirasinya dengan damai dan lancar. Kendati demikian, ia juga berharap Ahok segera diproses oleh para penegak hukum.

"Ya semoga umat menyadari agar aman dan lancar dilindungi Allah tidak rusuh besok. Tapi juga Ahok segera diproses hukumnya karena ini masalah Alquran. Karena kalau tidak, ini bisa menjadi panjang urusannya dan tidak akan selesai, karena masalah Alquran," kata Desi. (republika)

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Di Dalam Kubur Jenazah Dicabik Malaikat, Ini Dia Penyebabnya


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8VfbSTAM62axfb9-x8GpHAbVx0HgZMB4qnEScZpqdzBYp2BStthiTpsr7vS4VWin2D5246l7X0kKvwY4HMKVwcT6OpwE7XOlVPmc13KLNcx4I-yN6-VYjKkeTDP47zMq6QOKn_0zeaW4/s1600/siksa-kubur.JPG

ADA berbagai macam siksaan yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala siapkan bagi orang-orang yang melakukan kesalahan dan tidak mengakui kesalahan serta memperbaikinya. Dan siksaan itu disesuaikan dengan perilaku buruknya di dunia.

Salah satu siksaan yang akan diperoleh oleh jenazah pendosa adalah dicabik oleh malaikat. Lantas, dosa apa yang membuatnya dicabik? Hal ini dapat kita ketahui dari kisah yang diceritakan oleh Umat bin Abdul Aziz. Seperti apa kisahnya?

Suatu saat, Umar sedang mengurusi salah seorang jenazah kerabatnya yang bernama Fatih. Ia ikut memandikan, mengkafani, dan menshalatinya. Ia juga ikut dalam membawa jenazah menuju pemakaman umum.

Tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke pemakaman itu, jenazah itu pun segera dimakamkan dan kemudian orang yang melayat pun meninggalkan kuburnya. Begitu juga dengan Umar yang meninggalkan makam itu. Beberapa langkah ia menjauh dari pemakaman, ia pun mendengar suara dari dalam makam yang baru diurusnya itu. Ia mengira bahwa suara itu adalah suara malaikat yang melaksanakan tugasnya di alam kubur. Ternyata inilah permulaan siksa kubur dalam Islam.

Suara itu mengatakan kepada Umar, maukah ia memberitahu apa yang telah diperbuat suara itu dengan orang yang dicintainya itu. Tentu saja Umar ingin mengetahui apa yang terjadi. Suara itu semakin keras dalam menjelaskan, ia telah membakar kain kafannya, dirobeklah seluruh badannya dan disedot darahnya serta dikunyah daging jenazah itu.

Lalu suara itu kembali bertanya kepada Umar, maukah ia tahu apa yang diperbuat malaikat kepada anggota badan si jenazah. Umar pun semakin penasaran apa yang terjadi dengan anggota badan si jenazah. Suara itu menjelaskan bahwa malaikat telah mencabut dagingnya satu persatu dari kedua telapak tangannya. Kemudian dari tangan ke lengan, dari lengan ke pundak. Serta dicabutlah lutut dari betisnya dan betis ke telapak kakinya. Suara itu terdengar sungguh menyeramkan.

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgheMs3y9acCRYIPqSANKIpIYZBfORhe5X5TLGlP36OsivmmwxeChb15LLZeYZRIVSpj8sPTPsYRVpvWXvSzkVid9K3Z3AUzhnw3H_sea6nBfe9W7s8aaRZRyxcJu170Kw8hrEeYIJNCMs/s1600/alam+kubur.jpg

Setelah itu, Umar yang bertanya, apa yang dilakukan si jenazah hingga ia mendapatkan siksa kubur yang begitu pedih. Dijelaskanlah bahwa sebenarnya hanya sedikit. Kemuliaan yang ada di dalam jenazah itu adalah kehinaan. Pemuda ini telah larut dalam kenikmatan dunia yang semu sampai-sampai melupakan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia telah lalai dengan kewajibannya, shalat.

Begitu mendengar semua itu, Umar pun menangis. Ia kemudian merenung dan menghimbau pada orang-orang yang masih hidup untuk meningkatkan ibadahnya pada Allah, baik secara kuantitasnya maupun kualitasnya. Beberapa ibadah yang harus kita lakukan adalah melaksanakan shalat, berpuasa, zakat, dan masih banyak lagi.

Setelah itu, Umar menjadi semakin rajin dalam mengingatkan sesama umat Islam mengenai siksa kubur setelah pemakaman dan hakikat kesenangan dunia yang seringkali menipu kita dan menjauhkan diri pada Allah. Dalam salah satu dakwahnya, Umar menjelaskan bahwa celakalah mereka yang tertipu oleh kenikmatan dunia, di alam kubur tidak akan ada siang atau malam, tertutup kesempatan untuknya beramal. Mereka juga akan terpisah dari kekasih, keluarga, istri yang dinikahi, anaknya dan orang-orang lainnya. Sedangkan kerabatnya sibuk dengan membagi-bagi rumah dan harta warisannya. Karena itulah mari kita bersama meningkatkan ibadah kita pada Allah.

Berdasarkan kisah nyata siksa kubur di atas, kita diingatkan bahwa kenikmatan atau kesenangan di dunia hanyalah semu dan tidak akan bertahan abadi. Bahkan, jika kita tidak memiki keimanan yang teguh dan ketakwaan yang kuat maka sangat mudah untuk kita terjerumus ke dalam kenikmatan dunia hingga melalaikan kewajiban kita sebagai hamba-Nya. Oleh karena itu, ingatlah bahwa kehidupan yang hakiki adalah kehidupan di akhirat. Sehingga kita harus senantiasa berusaha menujunya untuk menghindari bernasib seperti jenazah dicabik malaikat tadi.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Wednesday, November 2, 2016

MASYA ALLAH... Pak Tua dari Kota Malang Rela Naik Motor ke Jakarta Demi Bela Islam Ikut Aksi 4 Nov



JAKARTA - Sungguh Aksi Bela Islam II 4 November 2016 dalam rangka Membela Al-Quran banyak membuka cerita-cerita yang menakjubkan.

Salah satunya adalah Pak Manan dari Malang Jawa Timur.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil A Simanjuntak yang menceritakan kisah pak Manan ini di akun twitternya.

‏"Pak Manan Pria senja yg rela berangkat naik motor dari Malang Ke Jakarta, hny untuk bergabung besok di Jakarta," ujar Dahnil di akun twitternya hari ini, Kamis (3/11/2016).

Dalam foto yang di-share tampak Pak Manan sedang berada di Depan Masjid Al A'dhom desa Tulungagung jalan by pass Indramayu menuju Jakarta.

"@Dahnilanzar luar biasa, ini kenapa kita harus saling mnghargai dlm hak. 'Alaika isti'anullah..," komen akun @rofi_333.

Masya Allah.... INILAH yang oleh BUYA HAMKA disebut "GHIROH" ISLAM.

Kata HAMKA:

"Ini pertanda masih adanya ghiroh didalam dirinya."

"Jika agamamu, nabimu, kitabmu dihina dan engkau diam saja, jelaslah ghiroh telah hilang darimu."

"Jika ghiroh tidak lagi dimiliki oleh bangsa Indonesia, niscaya bangsa ini akan mudah dijajah oleh asing dari segala sisi."

"Jika ghiroh telah hilang dari hati, gantinya hanya satu, yaitu kain kafan. Sebab kehilangan ghiroh sama dengan mati."


Dan pak Manan adalah salah satu dari Umat Islam yang masih memiliki GHIROH saat Al-Quran dihinakan. Rela naik motor dari Malang Jawa Timur ke Jakarta untuk membela Agama. Ini bukan soal Pilkada. Ini murni panggilan agama.

Pak Manan yang sudah renta tak menghalangi untuk penuhi PANGGILAN JIHAD KONSTITUSI MEMBALA KITAB SUCI.

Ya Allah... cintailah mereka yang mencintai kitabMu, yang membela kitabMu, masukkanlah mereka dalam Ahlul Jannah kelak di akhirat.

Ya Allah... saya menjadi saksi perjuangan Pak Manan dan Umat Islam yang tak rela Al-Quran dihinakan.


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

KISAH NYATA ! Niat Pesen Konsumsi Untuk Rombongan Aksi Tanggal 4, Malah Digratisin Sama Pihak Catering

Niat Pesen Konsumsi Untuk Rombongan Aksi Tanggal 4, Malah Digratisin Sama Pihak Catering

Kisah unik sebelum Aksi 4 November diceritakan oleh seorang netizen melalui jejaring social facebook. Netizen bernama Firman Azwir menceritakanpengalamannya memesan konsumsi untuk para rombongan peserta Aksi Bela Islam di Jakarta 4 November mendatang.

Setelah ditanya oleh pihak cetering pesan berapa ratus, untuk apa? Firman Azwir menjelaskan bahwa pesanan konsumsi ini untuk aksi Bela Islam di Jakarta. Tak disangka ternyata pihak catering menggratiskan semuanya bahkan digratiskan dengan snacknya.

Berikut statusya di laman facebook:

"bukan sinetron yah....

tadi pesan konsumsi ke catering untuk rombongan yang mau aksi tgl.4 november 2016, terus yg ngurus catering tanya, mau pesan brp ratus, buat acara apa?, yah dijelasin deh untuk acara aksi ummat tgl.4 november 2016 di jakarta.

selesai memesan, terus saya tanya total harganya berapa?, eh dia jawab: udah gratis aja, sekalian nanti sama snacknya, biar dapat pahalanya juga (masyaAllah), Jazakallah Khoiron Katsiron, semoga dibalas dengan keberkahan, Aamiiin"

Banyak netizen yang memuji pihak catering yang memberikan konsumsi gratis untuk rombongan ke Jakarta. Salah satunya Dody Al Fatih mengomentari:

"Subhanallah, bentuk kontribusi ummat, smg Allah memberikan keberkahan rizki tukang cateringnya, smg Ustadz & kawan2serta seluruh peserta saat aksi dalam penjagaan Allah. Allahuakbar. #TangkapAhok"

"Sesama Muslim adalah saudara maka ketika saudara nya berjuang ingin pula menjadi bagian dengan cara apapun" Sahut netizen Iis Aisyah

Sedangkan netizen bernama NuHa Ummun Mujahid menuliskan "MasyaAllah, semua ingin ikut ambil bagian dalam membela Al Qur'an. Semoga Allah memenangkan Islam atas orang2 kafir sehingga kemuliaan Islam akan tampak dan jadi rahmat bagi seluruh alam. Aamiin..."

[Penulis: Mat2 Beritaislamterbaru.org]

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Monday, October 31, 2016

Di Akhirat, Golongan Ini Digiring ke Surga dengan Rantai

Perjalanan menuju surga bukanlah suatu perkara yang mudah. Ada banyak sekali fase yang harus dilewati manusia untuk meraih kenikmatan yang satu ini. Di akhirat kelak manusia akan melewati masa hisab, lalu setelah itu amal perbuatan yang dilakukan selama di dunia akan ditimbang atau disebut dengan Yaumul Mizan.

Selain itu, di akhirat kelak fase selanjutnya yang harus dilalui yaitu perjalanan manusia untuk melewati jembatan shirat yang di ujungnya terdapat surga bagi kaum beriman. Sedangkan di bawahnya terdapat neraka yang menjadi tempat penyiksaan bagi pelaku maksiat di dunia. 

Ternyata tidak semua orang dapat masuk surga dengan cara yang mudah. Bahkan Rasulullah SAW pernah menyebutkan dalam sabdanya bahwa ada kaum yang digiring ke surga dengan rantai. Apakah maksud dari hadist tersebut? Berikut informasi selengkapnya.

Hadist ini diri Bukhari, dimana Rasulullah  SAW besabda yang artinya: 
“Allah heran dengan orang-orang yang masuk surga dengan dibelenggu rantai.” (HR Bukhari)

Dan pada riwayat lain,
“Sungguh Allah heran dengan orang-orang yang ditarik untuk masuk ke surga dengan menggunakan rantai.” (HR. Ahmad, dan Abu Dawud)

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata,
“Makna hadist ini yaitu ketika orang kafir tertawan, kemudian mereka masuk Islam di sebabkan mereka mengetahui kebenarannya, dan mereka masuk Islam dengan sukarela maka mereka masuk surga. Kondisi terpaksa pada tawanan merupakan sebab awalnya, maka dimutlakkan dengan pemaksaan dengan belenggu rantai karena ialah sebab masuknya mereka dalam surga.

Tafsir lain dari Al-Thibi rahimahullahu mengatakan, makna dirantai ini adalah melepaskan diri dari kesesatan dan menuju kepada hidayah Allah. Namun hadist dalam tafsir surat Ali Imran menunjukan bahwa maknanya adalah hakikat (tekstual, benar-benar ada yang masuk surga dibelenggu, pent). Sebagaimana dari riwayat dari Abu Tufail, ia memarfu’kannya (sampai sanadnya kepada Nabi)

Sementara itu, Ibrahim Al-Harbi mengatakan bahwa tidak boleh memahami hadist ini secara hakikat atau tekstual. Menurutnya mereka digiring masuk Islam dalam keadaan terpaksa dan ini menjadi sebab mereka masuk ke dalam surga, bukanlah maksudnya di surga sana ada belenggu.

Islam merupakan agama yang tidak pernah memaksa manusia untuk memeluknya. Ibnu Katsir menuturkan, “Allah Ta’ala pun menurunkan ayat, ‘Tidak ada paksaan untuk memeluk agama (Islam). Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat.'” (Qs. al-Baqarah [2]: 256)

Ibrahim Al-Harbi berpendapat bahwa tidak boleh memahaminya dengan makna hakikat (tekstual) dan ia berkata bahwa maknanya adalah mereka digiring masuk Islam dalam keadaan terpaksa dan ini menjadi sebab mereka masuk ke dalam surga, bukanlah maksudnya di surga sana ada belenggu.

“Saya Melihat Manusia dari umatku digiring ke surga dalam dibelenggu rantai dengan terpaksa”

Kemudian aku berkata,
“wahai Rasulullah siapakah mereka?”

Beliau bersabda,
“sekelompok orang dari Ajam (non-Arab) yang ditawan oleh orang Muhajirin kemudian mereka masuk Islam dalam keadaan terpaksa”.

Bahkan di dalam Islam, jika ada seseorang yang menjadi mualaf karena terpaksa seperti menjadi tawanan mereka, maka sudah terjamin surga baginya. 

“Rabbmu merasa kagum,” sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam riwayat Shahih, “kepada kaum yang digiring ke dalam surga dengan rantai.”

Maknanya, tutur Ibnu Katsir, “Mereka adalah tawanan yang dibawa ke negeri Islam dalam keadaan diikat dan dibelenggu.” Setelah itu, lanjut ulama’ masyhur ini, “Mereka pun masuk Islam.”

Demikianlah penjelasan terkait maksud hadist yang menyatakan bahwa akan ada orang yang masuk surga dengan digiring rantai. Ternyata kaum kafir yang terpaksa memeluk Islam karena menjadi tawanan perang atau sejenisnya juga akan menjadi penghuni surga sebab di dalam hati mereka telah bersemayam keimanan kepada Allah SWT.

Sumber http://www.infoyunik.com/2016/02/di-akhirat-golongan-ini-digiring-ke.html  | republished by (YM) Yes Muslim !

Friday, October 28, 2016

Bocah Penjual Cilok Ini Selalu Sempatkan Baca Al-Quran Bahkan Mampu Menghafal 25 Juz


BANJARMASIN - Jangan menilai seseorang hanya dari penampilannya saja, mungkin itulah peribahasa yang tepat untuk menggambarkan sosok penjual pentol atau cilok ini. Kisahnya menyebar viral di dunia maya setelah dibagikan oleh akun facebook Masjid Hasanuddin Madjedie pada 25 Oktober 2016 lalu.

Bagaimana tidak, bocah penjual pentol ini membuat terhenyak para netizen lantaran dirinya ternyata sanggup menghafal 25 juz Al-Quran!

Adapun dalam keterangan foto yang dibagikan, disebutkan bahwa pemuda bernama Ahmad Arifin (16) ini setiap hari berjualan pentol (cilok) di depan Rumah Sakit Ansari Saleh, Banjarmasin. Ia biasanya mangkal di depan pagar rumah sakit tersebut. Dandanannya ala kadarnya seperti pemuda seusianya. Bahkan tampilannya seperti anak Punk, ia punya rambut yang 'gaul' dengan polesan warna di bagian tengahnya.


Namun foto yang dibagikan oleh akun ini langsung membuat banyak orang merinding. Pemuda yang disebukan pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren di Sidogiri, Pasuruan ini terlihat duduk bersila, sambil memegang Al-Quran. Di bagian foto lainnya ia terlihat tengah sibuk melayani pembeli yang membeli dagangannya.

"Allahu Akbar Akbar...saat itu saya langsung terdiam dan hampir menangis.. Melihat seorang anak muda,yang berpakaiaan nya biasa biasa saja bahkan seperti pakaiaan preman dan juga seorang penjual pentol gerobak..namun ternyata Masya Allah dia penghafal Al Qur'an sudah 25 Juz dan pernah jadi santri dipondok.." tulis akun tersebut.

"Ini sungguh jadi pelajaran buat kita semua..jangan pernah menilai sesorang dari luar nya saja tetapi ternyata diri nya mulia dengan Al Qur'an...Masya Allah terasa hina sekali diri ini..terasa malu diri ini bila ada di dekat anak pemuda penjual pentol ini...malu diri ini yang masih tidak bisa mampu menjadikan Al Quran di dalam hidup ini.." tambahnya.


Masih menurut akun tersebut, pemuda ini juga sempat memberinya pesan bahwa tugas manusia bukan untuk mencari berapa banyak rezeki atau pun sedikit rezeki, namun tugas sebenarnya adalah bagaimana caranya agar mendapatkan rezeki halal.

"Semoga Allah selalu memberikan rezeky dan diberkahi semoga juga selalu dalam lindungan Allah..Terimakasih nasehat nya," tutupnya.

Sejak kali pertama diunggah, postingan ini sudah dibagikan ulang ratusan kali dan disukai oleh ratusan netizen lainnya.

Bagaimana komentar netizen?


"Rasa terharu membacanya kita yg byk waktu dirumah 1juz pun ga hapal ayat Alquran Subhannallah," tulis akun Rafly Rafly Mura.

"Ini harus masuk trans7 lah, acaranya om dedy hitam putih inspiration bngt," komen akun Ffatmaa Ffatmaa.

"Kontak trans7 masuk hitam putih... inya temasuk katagori inspirator...," sambung akun Yulida Anandary.
 "Maha suci Allah.. semoga anak keturunanku bisa menghapal al-quran.. aamiin," ujar Akhmad Saleh Yudiono.

Sementara akun Mariatun Nisa menulis: "Ini cerminan buat kita agar jgn melihat sesuatu dr kulit y saja siapa tahu Allah mmberi kelebihan fi dalamnya mdhan anakku jg jd penghafal Al Quran."

*Sumber: Tribunnews, Fb Masjid Hasanuddin Madjedie

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Ketika Akan Mencabut Nyawa, Malaikat Maut Heran dengan Orang Ini


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdAUwZJbYnbBqzjfTRgr05A9vzf-guQlqlSifIt4YixNYJYtbAHvG8DfPdwivQSJ-IkxEZf-qlcA5MLXw-qvkbAMPqjU8cSsYJwPaiwsaueb77jgWur-1oYigecozBPN50WEzxRZWQa64/s1600/fb_maut-copy.jpg

KEMATIAN pasti akan mendatangi setiap makhluk yang bernyawa, termasuk manusia. Hanya saja, waktu terjadinya tidak pernah kita ketahui. Sebab, Allah Subhanahu wa Ta’ala-lah yang menentukannya. Bahkan, tempat terakhir yang kita singgahi pun menjadi suatu misteri bagi kita.

Sebagaimana, hal ini pernah terjadi di masa Nabi Sulaiman Alaihis Salam. Di mana, ada seseorang yang tak tahu bahwa ternyata ia akan wafat di negeri India, tempat yang cukup jauh dari negerinya.

Dikisahkan dalam fimadani.com bahwa Dr. Aidh Al-Qarniy dalam salah satu tulisannya pernah mengutip sebuah cerita yang terjadi pada zaman Nabi Sulaiman Alaihis Salam. Diceriatakan bahwa Nabi Sulaiman sedang berkumpul dengan para pengikutnya. Namun ada salah satu pengikutnya yang merasa tidak nyaman duduk berkumpul, karena ada seseorang yang tepat duduk di samping Nabi Sulaiman terus melototinya.

Kemudian dengan gelisah ia bertanya kepada Nabi Sulaiman, “Siapakah gerangan orang tersebut yang sangat tajam melotot kepadaku itu?” Nabi Sulaiman menjawab, “Ia adalah Malaikat Maut yang menyamar sebagai manusia.” Mendengar jawaban tersebut, pengikut tersebut kaget dan ketakutan, menyangka bahwa ajal akan tiba.

Kemudian ia berkata kepada Nabi Sulaiman, “Wahai Nabi! Mintalah kepada Allah agar memindahkan aku dengan angin-Nya ke tempat yang sangat jauh!” Kemudian nabi berdo’a maka hilanglah pengikut tersebut. Dalam suatu riwayat ia diterbangkan oleh angin ke negeri India.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqfOeQIVJmW-Mi0HwhwjqVmhc-ERjucytmXU_Pm8Xtz01dUatnPZSfdSV09LrnaFUUCEDeD3AVgLqEg0q4DO1yQGDH7EyUPlFuXPPsvqgj_hh_lmxbRFCQS0LuL2u63azTc2i7Yj-0az7k/s320/gambar+awan+mirip+malaikat.png

Tak lama setelah itu, Nabi Sulaiman bertanya kepada malaikat Maut tersebut, “Kenapa kamu melototi orang tersebut seperti itu?” Kemudian ia menjawab, “Aku heran wahai Nabi. Aku mendapat perintah dari Allah untuk mencabut nyawa orang ini siang nanti di negeri India, tapi mengapa pagi ini ia masih berada di sini?”

Kematian adalah suatu misteri yang tidak ada seorang pun tahu kapan, dimana dan bagaimana ia meninggalkan dunia ini. Hal ini terbukti dari kisah tersebut yang menceritakan bahwa seseorang yang kini berada di suatu tempat, ternyata ketika ajalnya tiba, ia berada di tempat yang berbeda. Dan bagi Allah, memindahkan manusia dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan wkatu singkat adalah suatu perkara yang mudah.

Maka, seyogyanya kita sebagai seorang muslim yang tak punya daya apa-apa untuk selalu memohon kepada Allah agar kita diwafatkan dalam keadaan yang khusnul khotimah. Tentunya, untuk bisa meraih itu, kita harus berusaha. Bagaimana caranya? Lakukanlah apa yang Allah perintahkan dan jauhi segala perkara yang Allah larang. Wallahu ‘alam.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Thursday, October 27, 2016

Terlalu Megah dan Banyak Dipuji, Sunan Muria Bakar Sendiri Mesjid yang Dia Bangun

Di mata masyarakat sekitar, Sunan Muria dikenal sosok yang sangat sederhana dan suka berderma. Tak heran, seluruh masyarakat di sekitar masjid dan makam Sunan Muria selalu mengingat-ingat kalimat ajaran beliau yaitu, pagerono omahmu nggo mangkok yang berarti beri pagar rumahmu dengan bersedekah.




Hal tersebut sejalan dengan ajaran kitab suci Alquran yang menganjurkan umat untuk senang bersedekah supaya selamat dunia akhirat.

“Menganjurkan umat, seneng banyak sedekah sesuai dengan kemampuan jika berlebihan pemborosan. Sabar itu juga ajaran. Tidak materialistis. Sabar kesederhanaan. Ikhlas,” ungkap Mastur yang merupakan keturunan ke-15 Raden Mas Said dan juga pengurus pengurus Yayasan Masjid dan Makam Sunan Muria(YM2SM)kepada merdeka.com, Selasa (16/6).

Mastur mencontohkan bukti kesederhanaan dan keikhlasan Sunan Muria itu bermula membangun masjid di kawasan Pesiget, di bawah kaki Gunung Muria. Tepatnya berada di Kajar sebelum Desa Colo. Namun Sunan Muria merasa kurang nyaman. Sampai saat ini petilasan bekas pembangunan masjid masih bisa dilihat di daerah pesiget tersebut.

Kemudian, Sunan Muria membangun masjid kembali di daerah Bukit Pethoko. Lagi-lagi Sunan Muria merasa tidak betah karena di daerah situ banyak suara anjing liar menggonggong sehingga mengganggu kekhusyuan dalam mendirikan ibadah.



Termasuk di saat Sunan Muria memutuskan mendirikan masjid sekaligus tempat tinggal atau rumah beliau di Bukit Muria. Banyak orang-orang sekitar yang menjadikan kemegahan masjid sebagai bahan pergunjingan.

“Misalnya, ketika Beliau mendirikan masjid di sini banyak dipertanyakan. ‘Ngedekne masjid kok pucuk gunung tengah alas’ (mendirikan masjid kok di tengah hutan di puncak gunung). Dia menjawab ya di belakang hari akan banyak di datangi banyak orang,” ungkapnya.

Hingga akhirnya kesabaran, kepercayaan, keyakinan serta kesederhanaannya mulai diuji. Pergunjingan itu terdengar oleh Sunan Kudus. Kemudian Sunan Muria memutuskan untuk membakar masjidnya sendiri yang telah dibangun dan diganti dengan bangunan masjid sederhana.

“Ketika masjid sudah jadi dipandang dari mana-mana bagus, beliau terus dipuji teman-teman. Masjid sunan Muria kok apik (bagus dan megah). Konon dia enggak enak di hati. Kemudian dibakar habis oleh beliau sendiri terus mendirikan masjid sederhana,” ungkap Mastur.

Mastur menilai, langkah yang dilakukan oleh Sunan Muria membuktikan betapa sederhananya dirinya sebagai seorang aulia dan khalifatullah.

“Untuk menghindari takabur. Untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan di masyarakat terjadi prasangka buruk dan pergunjingan,” pungkasnya.

Sumber: merdeka.com | panggilandarisurau.com




Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Kristenisasi Makin Gencar, Misionaris Incar Warga Miskin Sekitar Jakarta

Usaha kristenisasi di Indonesia memang nyata adanya. Bahkan, mereka para misionaris betul-betul getol dalam mendakwahkan agama mereka demi memudarkan iman kaum muslimin, maka benarlah firman Allah yang mengatakan bahwa sekali-kali orang kafir tidak pernah ridha hingga orang muslim mau mengikuti agama mereka (lihat Al Quran Surat Al-Baqarah (2) : 120).


Satu lagi fenomena kristenisasi dikalangan warga miskin, kali ini ditemukan di Jakarta Timur, tepat di sekitar terminal kampung rambutan. Seorang tunawisma yang tinggal di sekitar terminal kampung rambutan menceritakan bagaimana orang-orang kristen membujuk ia dan keluarganya agar mau berpindah agama, kristen.
Berawal Dari Niat Untuk Membagikan SembakoInvestigasi ini dimulai dari tim sebuah yayasan Jalinan Keluarga Dakwah yang berkantorkan di Jl. Malaka Raya, Kelapa Dua Wetan, Ciracas yang tengah membagi-bagikan sembako untuk warga miskin di daerah Jakarta Timur (27/6/16). Bertemulah mereka dengan beberapa warga miskin yang tinggal di sekitar terminal kampung rambutan. Karena beberapa alasan, tim JKD (Jalinan Keluarga Dakwah) ini berniat untuk mengunjungi warga lainnya di sekitar tempat mereka tinggal.
Awalnya Bapak Ini Menolak SembakoAda yang aneh saat pertama mereka datang kepada seorang warga yang tinggal di sekitar terminal kampung rambutan. Sebelum menerima sembako, ia menanyakan apa motiv mereka memberikan sumbangan. Saat bapak itu ditanya alasan mengapa bertanya demikian, ia menjawab bahwa sudah berpuluh-puluh kali ada orang yang datang kepadanya dan keluarganya untuk memberikan kebutuhan, namun harus dengan syarat, yaitu masuk agama kristen.
Bapak itu menceritakan bahwa di daerah tempatnya tinggal, banyak sekali berkeliaran misonaris yang menawarkan bantuan kepada warga miskin dengan syarat tertentu, dan syarat paling utama adalah agar mereka masuk kristen. Dan tak pelak para misionaris itu juga memberikan Bible dan buku-buku kristen milik mereka.

Salah satu anggota tim JKD, Fuad,  mendokumentasikan wawancara yang berlangsung di sebuah gubuk yang sejatinya tak layak untuk ditinggali, yang tak lain adalah tempat tidur si bapak.
Agenda kristenisasi yang orang kafir gencarkan bisa dibilang strategis, mereka menargetkan warga miskin yang tak punya background pendidikan untuk kemudian diajak masuk kristen, tentu dengan diberi iming-iming uang, sembako, pangan, sandang bahkan rumah tempat tinggal sekaligus.
Bagi yang ingin menonton video kunjungan tim JKD ke rumah bapak itu, bisa menonton videonya berikut:

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Wednesday, October 26, 2016

Siti Aisyah Putuskan Masuk Islam karena Merasa Tenang Setiap Kali Dirinya Mendengar Adzan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEid5ria9n6wLeFHfEdngSyeMfDWpN0CPmfXA7O6_kJq7NYNg6IzQjM81S3oZmazvepQ9P546qmn6uoFbktbMg4Avw45I2ka7GtEAr4uMb7XXJjkufknRXxymAE83IY0OKB6LQpuVFnjsa3_/s640/mualaf+nikah-vert.jpg

PEREMPUAN yang bernama Siti Aisyah Abdullah, 21 tahun, awalnya bukan seorang Muslim. Ia dilahirkan di tengah keluarga non-Muslim di Malaysia.

Kisah hijrahnya menjadi seorang Muslimah dimulai sekitar tiga tahun lalu. Hidayah menghampirinya karena kesukaannya terhadap aktivitas para Muslim mendirikan sholat jemaah.

Kesukaannya itu telah tertanam dalam dirinya sedari kecil. Ia mengaku merasa tenang apabila mendengar lantunan adzan. Karena tidak ingin ketenangan yang ia rasakan itu hilang, kemudian Siti memutuskan untuk memeluk agama Islam.

Siti mengucapkan kalimat syahadat dan resmi menjadi Muslimah pada 2013 lalu, dan ia merasa bersyukur tidak mendapat halangan dari keluarganya saat memeluk Islam.

“Bahkan, ketika saya memberi tahu tentang niat untuk mengakhiri masa lajang, keluarga juga tidak menghalangi meskipun usia saya masih muda karena mereka yakin saya sudah matang untuk membuat keputusan sendiri,” kata Siti seperti dilansir hmetro.com.my.

Minggu kemarin, Siti resmi menjadi seorang istri. Dia dinikahi oleh Mohammad Zulfadli Mohamer Ghazali, 23 tahun, yang merupakan atasan Siti dimana ia bekerja.

“Lebih terharu lagi, mereka turut hadir dan menyaksikan hari paling bersejarah bagi saya malam ini (kemarin). Perbedaan agama tidak memutuskan ikatan kekeluargaan kami,” jelas Siti.

Siti dan Zilfadli adalah salah satu dari 25 pasangan yang melangsungkan pernikahan massal di Masjid Sultan Ahmad Shah 1, Kuantan, Pahang, Malaysia.

Siti akui jika perkenalannya dengan Zulfadli tidak berlangsung lama. Namun, hal itu tidak membuat Siti ragu menjadikan Zulfadli sebagai pemimpin sekaligus pembimbingnya dalam mendalami Islam. 

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Kisah Nasib Orang Yang Terakhir Masuk Surga

Nasib Orang Yang Terakhir Masuk Surga

Oleh : Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc

Bagaimana nasib orang yang terakhir masuk surga?

Ibnu Mas’ud berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنِّى لأَعْلَمُ آخِرَ أَهْلِ النَّارِ خُرُوجًا مِنْهَا وَآخِرَ أَهْلِ الْجَنَّةِ دُخُولاً الْجَنَّةَ رَجُلٌ يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ حَبْوًا فَيَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلأَى فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلأَى. فَيَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ – قَالَ – فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلأَى فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلأَى فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ فَإِنَّ لَكَ مِثْلَ الدُّنْيَا وَعَشَرَةَ أَمْثَالِهَا أَوْ إِنَّ لَكَ عَشَرَةَ أَمْثَالِ الدُّنْيَا – قَالَ – فَيَقُولُ أَتَسْخَرُ بِى – أَوْ أَتَضْحَكُ بِى – وَأَنْتَ الْمَلِكُ » قَالَ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ضَحِكَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ. قَالَ فَكَانَ يُقَالُ ذَاكَ أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً

“Sesungguhnya aku tahu siapa orang yang paling terakhir dikeluarkan dari neraka dan paling terakhir masuk ke surga. Yaitu seorang laki-laki yang keluar dari neraka dengan merangkak.

Kemudian Allah berfirman kepadanya, “Pergilah engkau, masuklah engkau ke surga.”

Ia pun mendatangi surga, tetapi ia membayangkan bahwa surga itu telah penuh.

Ia kembali dan berkata, “Wahai Rabbku, aku mendatangi surga tetapi sepertinya telah penuh.”

Allah berfirman kepadanya, “Pergilah engkau dan masuklah surga.”

Ia pun mendatangi surga, tetapi ia masih membayangkan bahwa surga itu telah penuh.

Kemudian ia kembali dan berkata, “Wahai Rabbku, aku mendatangi surga tetapi sepertinya telah penuh.”

Allah berfirman kepadanya, “Pergilah engkau dan masuklah surga, karena untukmu surga seperti dunia dan sepuluh kali lipat darinya.”

Orang tersebut berkata, “Apakah Engkau memperolok-olokku atau menertawakanku, sedangkan Engkau adalah Raja Diraja?”

Ibnu Mas’ud berkata,

“Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa sampai tampak gigi geraham beliau. Kemudian beliau bersabda,

“Itulah penghuni surga yang paling rendah derajatnya.”

(HR. Bukhari no. 6571, 7511 dan Muslim no. 186)

Hadits di atas menunjukkan bahwa manusia biasa melanggar janji. Oleh karena itu, lelaki tersebut tercengang karena melihat janji Rabbnya. Ia merasa bahwasanya ia akan diremehkan atau diberi sesuatu yang remeh. Padahal Allah tidak mungkin mengingkari janjinya.

إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ

“Sesungguhnya Allah tidaklah mengingkari janjinya.”

(QS. Ali Imran: 9)





 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTdrxHeD4bbP9ByONxM12lKRBMOG11lp-FHQ6yYkfDdzuNZCthYcxyLZcyZwxIDBaRSRvT_AlU7JPhEPJkOeTNHK9kCyqa6RhRyoTGBFB8Kp0o3xIeHPJpiT0Coz1ORfpyRhauUfYqE8Q/s1600/syurga.jpg

Jika Allah berjanji pasti ditepati.

Hadits di atas juga menunjukkan bahwa kedudukan penduduk surga yang paling rendah akan mendapatkan kenikmatan 10 kali lipat dari kenikmatan dunia. Sungguh nikmat yang luar biasa.

Hadits di atas juga menunjukkan pelajaran bahwa jika orang beriman yang masih memiliki iman walaupun kecil, ketika masuk neraka, tidak akan kekal di dalamnya. Berbeda dengan keyakinan sebagian kalangan yang meyakini bahwa jika ada yang masuk neraka tak bisa keluar-keluar lagi darinya.

Semoga Allah memasukkan kita dalam surga dengan mudah dan terselamatkan dari siksa neraka.

Referensi:

Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhis Sholihin, Syaikh Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilaliy, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, 3: 314



Selesai disusun di Gunungkidul @DarushSholihin, menjelang Maghrib 27 Jumadats Tsaniyyah 1436 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Tuesday, October 25, 2016

Kisah Nyata : Dr. Khalid Berbincang Dengan Pasiennya Yang Sedang Sakaratul Maut, Merinding Bacanya!

Setiap orang pasti mengalami yang namanya kematian. Sebelum kematian itu datang, seseorang akan menghadapi yang namanya sakaratul maut, detik-detik menegangkan dan menyakitkan sebelum seseorang benar-benar meninggal. 

Dikutip laman Syahida, seorang dokter bernama Dr Khalid Al-Jubair di Arab Saudi, pernah mengalami pengalaman yang menakutkan, di mana ia pernah berbicara dengan orang yang sedang menghadapi sakaratul maut.





Dr.Khalid Al- Jubair yang merupakan seorang ahli bedah jatung di Arab Saudi, menceritakan kejadian menakutkan yang dialaminya ketika berbincang dengan pasiennya yang sedang sekarat.
 

Suatu hari seorang perawat menelepon Dr Khalid bahwa ada pasien yang infusnya tidak berjalan dengan baik pada tangan sebelah kanannya, konsekuensinya harus dipindahkan ke tangan sebelah kirinya.
 

Dr Khalid pun menghampiri pasien tersebut, yang sudah dirawat di rumah sakit selama 6 bulan. Pada 5 bulan pertama ia masih berbincang-bincang dengan Dr Khalid, dan pada bulan keenam, pasien itu pingsan secara total dan tidak bisa bergerak sedikitpun.
 

Maka didatangilah pasien tersebut oleh Dr Khalid, dia mengecek tangan sebelah kirinya untuk mencari urat untuk dimasukkan infus. Tiba-tiba dia dikagetkan ketika pasien yang tak sadarkan diri itu berbicara dengannya.
 

"Dr.Khalid apa yang akan kamu lakukan? Apakah kamu Dr.Khalid?" ujar pasien itu.
 
"Ya betul saya Dr.Khalid." jawab Dr Khalid.
 

"Apa yang akan kamu lakukan?" tegas pasien tersebut.
 

"Saya akan mencari urat tangan kiri Anda untuk dimemasukan infus," jawab sang dokter.
 
Lalu pasien itu berkata, "Tidak! Kamu tidak akan menemukan urat tersebut karena saya sudah menjadi mayat."
 

"Tidak kamu bukan mayat," tegas Dr. Khalid.
 

Kemudian pasien itu berkata, "Wahai dokter! Saya sudah menjadi mayat."

 
"Tidak! Kamu bukan mayat," Dr Khalid menjawab dengan tegas. 

"Wahai dokter saya sudah menjadi mayat, saya mellihat apa yang tidak kamu lihat. Sungguh saya melihat malaikat maut berada di depan saya sekarang," ujar pasien tersebut.
 

Tangan pasien itu masih berada di genggaman Dr Khalid, dan kemudian kemudian dia teringat dengan salah satu hadist yang shohih dari Al-Barro' bin adzib radhiyallahu'anhu, di mana Rasulullah SAW bersabda, " Apabila salah seorang dari kalian menghadap akhirat dan meninggalkan dunia (sakaratull maut) dan ia tergolong orang sholeh maka ia akan melihat (sejauh mata memandang), para malaikat yang putih wajahnya. Mereka adalah para malaikat ramah dan ia akan melihat kedudukanya di surga."
 
Selama lebih dari 30 tahun pengabdiannya di rumah sakit, Dr Khalid pernah mengalami kejadian serupa, di mana ia melihat tiga orang yang menghadapi sakaratul maut, sebelum mereka meninggal.
 
"Wahai dokter janganlah kamu buat cape dirimu, sungguh aku telah melihat kedudukanku di surga dan para bidadari telah disiapkan untukku," ujar salah satu pasien pertama yang sekarat.
 

"Bahwa sesunguhnya saya telah mencium aroma surga sekarang," kata pasien sekarat kedua.
 

"Sungguh saya melihat surga sekarang," ujar pasien ketiga yang sekarat.
 

Dalam ilmu medis, orang yang sedang menghadapi sakaratul maut tidak akan bisa berbicara ataupun bergerak. Tapi, pengalaman yang diceritakan Dr Khalid benar-benar sangat mengejutkan, di mana ia mampu berbicara dengan orang yang sekarat dan mengetahui apa yang sedang dihadapi seseorang yang diambang kematian.
 

Ibnu Abi Ad-Dunya rahimahullah meriwayatkan dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu 'anhu, ia berkata, "Kematian adalah kengerian yang paling dahsyat di dunia dan akhirat bagi orang yang beriman. Kematian lebih menyakitkan dari goresan gergaji, sayatan gunting, panasnya air mendidih di bejana. Seandainya ada mayat yang dibangkitkan dan menceritakan kepada penduduk dunia tentang sakitnya kematian, niscaya penghuni dunia tidak akan nyaman dengan hidupnya dan tidak nyenyak dalam tidurnya."
 

Semoga kisah ini mengingatkan kita bahwa sebagai manusia, suatu saat nanti kita pasti mengalami yang namanya kematian. Oleh karena itu, sebelum kematian itu tiba dan semua pintu amal tertutup, mari kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.
 

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !